• Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi
Rabu, 3 Juni 2026
Indo Fakta
No Result
View All Result
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Regional
  • Bisnis
  • Life
  • Nasional
  • Internasional
  • Regional
  • Bisnis
  • Life
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Usulan Soeharto Menjadi Pahlawan Nasional Dinilai Wujud Penghapusan Sejarah oleh Aktivis 98

Usulan Soeharto Menjadi Pahlawan Nasional Dinilai Wujud Penghapusan Sejarah oleh Aktivis 98

BacaJuga

Tegaskan Siswa MBG Tak Dikirim ke Rumah saat Libur Sekolah

Tegaskan Siswa MBG Tak Dikirim ke Rumah saat Libur Sekolah

KPK Selidiki Korupsi Mesin EDC BRI Sita Rp10 Miliar dari Swasta

KPK Selidiki Korupsi Mesin EDC BRI Sita Rp10 Miliar dari Swasta

www.indofakta.id – Wacana pengusulan Soeharto sebagai pahlawan nasional kembali memicu perdebatan hangat di kalangan masyarakat. Banyak yang menganggap langkah ini sebagai upaya untuk menghapus jejak kelam sejarah dan memuluskan citra pelanggaran yang terjadi selama kepemimpinannya.

Salah satu aktivis pergerakan mahasiswa, Savic Ali, menyatakan bahwa pengusulan ini merupakan bentuk ‘whitewashing’ terhadap tindakan dan kebijakan represif Soeharto. Ia menambahkan bahwa proses penetapan Soeharto sebagai pahlawan hanya akan mereduksi legitimasi kritik terhadap masa Orde Baru.

Savic berpendapat bahwa jika Soeharto diberi gelar pahlawan, maka semua tudingan tentang sifat tiran dan korup yang melekat padanya akan dianggap tidak sah. Hal ini bisa membuat masyarakat lupa akan pelanggaran hak asasi manusia yang pernah terjadi di era tersebut.

Tantangan Sejarah dalam Menilai Peran Soeharto

Di tengah perdebatan yang berlangsung, banyak yang mempertanyakan apa yang sebenarnya terkandung dalam proses pengusulan ini. Savic menegaskan bahwa pengangkatan kembali Soeharto sebagai pahlawan tidak bisa dilepaskan dari kepentingan politik yang ada saat ini.

Ia mencatat keterlibatan partai politik, khususnya Golkar, dalam menggulirkan wacana ini. Dengan latar belakang militer, Presiden Prabowo juga dianggap memiliki kepentingan untuk mengembalikan citra Soeharto sebagai simbol kekuatan.

Lebih lanjut, Savic menyatakan bahwa kekuasaan yang ada saat ini seolah dimanfaatkan untuk memanipulasi sejarah demi kepentingan politik. “Mereka ingin mengukuhkan narasi bahwa kepemimpinan Soeharto memiliki nilai positif,” ujarnya.

Pentingnya Mempertahankan Keadilan Sejarah

Savic mengingatkan bahwa sejarah sering ditulis oleh mereka yang berada di puncak kekuasaan. Dalam konteks ini, ada keprihatinan bahwa pengabaian terhadap kejahatan masa lalu akan memperburuk luka sejarah bangsa dan merusak keadilan bagi para korban.

“Sejarah itu ditulis oleh pemenang,” katanya. Ini menunjukkan bagaimana narasi yang salah dapat dengan mudah dikonstruk untuk kepentingan tertentu.

Savic juga menegaskan bahwa pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di era Soeharto tidak bisa diabaikan atau dimaafkan. Ia mengingatkan bahwa banyak nyawa hilang akibat kebijakan yang represif dan tidak manusiawi pada masa itu.

Masyarakat dan Tanggung Jawab Mempertahankan Memori Sejarah

Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam wacana ini, tetapi juga berperan aktif dalam mempertahankan kebenaran sejarah. Kesadaran akan pentingnya mengenang masa lalu harus menjadi bagian dari pendidikan dan diskursus publik.

Penolakan terhadap pengusulan Soeharto sebagai pahlawan nasional harus disertai dengan edukasi mengenai pelanggaran yang terjadi selama kepemimpinannya. Hal ini penting untuk memastikan bahwa generasi mendatang tetap waspada terhadap penyalahgunaan kekuasaan.

Menurut Savic, memori kolektif masyarakat harus dipertahankan sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap korban yang mengalami pelanggaran di masa lalu. “Kita tidak boleh lupa akan sejarah untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama,” ungkapnya.

Pendapat ini mencerminkan kerinduan masyarakat akan keadilan dan kebenaran yang sering kali diabaikan oleh kekuasaan yang mapan. Tidak ada seorang pun yang ingin hidup dalam ilusi bahwa kejahatan sejarah dapat dihapus begitu saja dengan gelar yang tidak pantas.

Bagaimanapun juga, penilaian sejarah mesti berjalan dengan adil dan objektif, tanpa pengaruh dari kepentingan politik yang sempit. Merayakan seorang pemimpin yang berkontribusi pada pelanggaran hak asasi manusia hanya akan menambah beban kesedihan di tengah masyarakat.

Dengan mempertahankan prinsip keadilan dalam sejarah, kita dapat menciptakan ruang bagi dialog yang konstruktif dan mendorong perubahan positif di masa depan. Rasa tanggung jawab terhadap memori sejarah harus ditanamkan pada setiap individu, khususnya generasi muda, agar tragedi serupa tidak terulang.

Previous Post

Lebih dari 9000 Warga Palestina Masih Ditahan di Penjara Israel

Next Post

Kemenag Harap OMI Ciptakan Saintis Muda dari Madrasah

Rekomendasi

No Content Available

Jaringan Media

  • lensautama.id
  • wartafakta.id
  • kabarsuara.id
  • beritacepat.id
  • posbenua.id
  • metrosuara.id
  • lineberita.id
  • radarharian.id
  • tempoaktual.id
  • fokusnasional.id
  • pantauindonesia.id
  • sekilasnews.id
  • fokustempo.id
  • mediapos.id
  • bangsanews.id
  • terasfakta.id
  • indotempo.id
  • arahberita.id
  • rincilokal.id
  • lacakberita.id
  • cuplikdata.id
  • siarandaerah.id
  • nalarberita.id
  • narasiutama.id
  • pusatkabar.id
  • pantaupublik.id
  • teropongpublik.id
  • portalkabar.id
  • kilaswarta.id
  • cahayaberita.id
  • rekamfakta.id
  • pijarberita.id
  • detilberita.id
  • indokritis.id
  • citraberita.id
  • perskita.id
  • nusainfo.id
  • lintasbangsa.id
  • laporanmetro.id
  • lensapublik.id
  • citraharian.id
  • zonaliputan.id
  • liputanmetro.id
  • indoheadline.id
  • arahkabar.id
  • zonajurnalis.id
  • infobangsa.id
  • logikaberita.id
  • mediasiaran.id
  • rakyatupdate.id
  • infoheadline.id
  • beritakritis.id
  • suarawan.id
  • jurnalita.id
  • layardunia.id
  • fokuspagi.id
  • indonesiacek.id
  • saluranrakyat.id
  • livemetro.id
  • setarainfo.id
  • rakyatinfo.id
  • detaklokal.id
  • harianlokal.id
  • metromerdeka.id
  • opiniglobal.id
  • ulasutama.id
  • potretpublik.id
  • pantaukabar.id
  • infonyata.id
  • kupasin.id
  • lipututama.id
  • riliskini.id
  • layarkabar.id
  • rekamperistiwa.id
  • tapkabar.id
  • pintukabar.id
  • intipfakta.id
  • laporterbaru.id
  • serbuanews.id
  • detakmedia.id
  • realitaterkini.id
  • petaberita.id
  • intikabar.id
  • mediaagenda.id
  • sisiberita.id
  • jakartavnews.com
  • wartafokus.com
  • bicarapublik.com
  • pantaumedia.com
  • rilisutama.com
  • suaraperistiwa.com
  • stasiunfakta.com
  • kabartajam.com
  • wawasanberita.com
  • sinyalberita.com
  • penanasional.com
  • medianalar.com
  • metronarasi.com
  • publikraya.com

Kategori

  • Bisnis
  • Internasional
  • Life
  • Nasional
  • Regional
Indo Fakta

© 2025 IndoFakta - Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang..

Informasi Kami

  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi

Social Media

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Regional
  • Bisnis
  • Life

© 2025 IndoFakta - Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang..

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?