www.indofakta.id – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan pentingnya ketahanan infrastruktur digital dalam penanganan bencana. Hal ini bertujuan untuk menjaga keselamatan warga dan mempercepat respons pemerintah, terutama ketika akses fisik terganggu akibat kondisi darurat.
Pernyataan ini disampaikan dalam acara peringatan Hari Ulang Tahun ke-32 Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) yang berlangsung di Jakarta Selatan. Sebagai bentuk komitmen pemerintah, peringatan ini bertujuan untuk menyoroti pentingnya infrastruktur digital yang tangguh dalam situasi kritis.
“Bencana mengingatkan kita semua bahwa konektivitas dan informasi adalah kebutuhan mendasar,” tegas Meutya saat berbicara di depan para peserta. Ia menyatakan bahwa infrastruktur digital berfungsi sebagai benteng terakhir ketika akses fisik terputus.
Pentingnya Infrastruktur Digital dalam Penanggulangan Bencana
Meutya menekankan meningkatnya frekuensi dan intensitas bencana akibat perubahan iklim. Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur digital harus ditingkatkan agar lebih tangguh dan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap situasi darurat.
Ketahanan jaringan telekomunikasi, menurutnya, bukan hanya tentang kelancaran komunikasi. Lebih dari itu, hal ini juga berdampak langsung pada penyelamatan jiwa, distribusi bantuan, dan koordinasi antar lembaga dalam menghadapi bencana.
Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada para petugas di lapangan, termasuk keluarga besar MASTEL. Mereka telah berupaya menjaga dan memulihkan konektivitas meskipun dalam kondisi darurat dan telah terkena dampak bencana.
Kolaborasi Sebagai Kunci Dalam Pemulihan Jaringan Telekomunikasi
Menurut Meutya, pemulihan jaringan telekomunikasi tidak bisa dilakukan secara terpisah. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, operator telekomunikasi, dan pemangku kepentingan yang lain menjadi kunci utama untuk menjaga konektivitas nasional.
“Tidak ada satu pihak yang bisa bekerja sendiri dalam situasi seperti ini,” tegasnya. Kerja sama yang cepat dan terkoordinasi adalah keharusan untuk menjaga ketahanan digital nasional, sehingga dampak bencana dapat diminimalisir.
Melalui kolaborasi yang solid, berbagai pihak dapat saling mendukung dan memaksimalkan pemulihan yang dibutuhkan. Ini menjadi krusial, terutama ketika bencana terjadi secara mendadak dan mempengaruhi banyak masyarakat.
Ajakan untuk Membangun Ekosistem Telematika yang Kuat
Di akhir sambutannya, Meutya mengajak seluruh ekosistem telematika di Indonesia untuk bersatu. Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi strategi dalam membangun Indonesia digital yang tangguh dan aman.
“Kekompakan dalam membangun infrastruktur digital yang merata adalah kunci untuk masa depan,” ujarnya optimis. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersahabat dan siap menghadapi berbagai tantangan di era digital.
Meutya juga memberikan penghargaan kepada MASTEL yang telah berkontribusi selama 32 tahun dalam mendorong perkembangan sektor telematika di Tanah Air. Dedikasi dan upaya tanpa henti dari MASTEL diharapkan dapat terus memajukan Indonesia di bidang teknologi.


