• Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi
Rabu, 3 Juni 2026
Indo Fakta
No Result
View All Result
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Regional
  • Bisnis
  • Life
  • Nasional
  • Internasional
  • Regional
  • Bisnis
  • Life
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Susu UHT Berperisa dan Kental Manis Sebagai Sumber Gula Tersembunyi Anak

Susu UHT Berperisa dan Kental Manis Sebagai Sumber Gula Tersembunyi Anak

BacaJuga

Semarang Raih Medali di Kejurnas Tugu Muda Cup 2025

Semarang Raih Medali di Kejurnas Tugu Muda Cup 2025

Rano Karno Harap Kegiatan Belajar Mengajar Aktif Kembali Pada Rabu Mendatang

Rano Karno Harap Kegiatan Belajar Mengajar Aktif Kembali Pada Rabu Mendatang

www.indofakta.id – Konsumsi minuman manis di kalangan anak-anak terus meningkat, dan ini menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa di balik label “susu”, terdapat produk seperti susu UHT berperisa dan susu kental manis yang menjadi sumber gula tersembunyi yang dapat berdampak negatif bagi kesehatan anak.

Produk-produk ini sering dianggap sebagai alternatif sehat, namun kandungan gula tambahan yang tinggi membuat mereka berpotensi berbahaya jika dikonsumsi secara rutin. Menurut kajian, minuman merupakan sumber utama asupan gula tambahan pada anak-anak dan remaja, dan susu UHT berperisa kerap kali terlewatkan dari pengawasan orang tua.

Pemasaran yang cerdas sering kali membuat orang tua beranggapan bahwa produk ini adalah susu yang baik untuk pertumbuhan anak. Namun, penting untuk menyadari bahwa banyak dari produk ini mengandung gula tambahan yang berlebihan yang bisa berdampak buruk jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

Oleh karena itu, memahami informasi gizi dengan cermat menjadi sangat penting bagi orang tua dalam memilih produk yang tepat untuk anak-anak mereka. Di sinilah peran edukasi gizi kepada orang tua sangat diperlukan untuk mencegah konsumsi gula berlebih pada anak.

Berapa Banyak Gula yang Diterima Anak dari Minuman?

Menurut sejumlah penelitian, asupan gula pada anak-anak dan remaja sering kali berasal dari minuman manis. Dokter Novi Indriastuti dari Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa kontribusi terbesar dalam konsumsi gula anak varian minuman.

Minuman yang mengandung tambahan gula, termasuk susu berperisa, perlu mendapat pengawasan yang lebih ketat. Dengan meminimalkan konsumsi minuman tersebut, orang tua dapat menjaga kesehatan gigi dan berat badan anak.

Pentingnya mengendalikan konsumsi gula pada anak tidak hanya berkaitan dengan obesitas tetapi juga dengan risiko penyakit kronis di masa depan. Sumber gula yang tinggi harus diatur dalam diet sehari-hari anak agar mereka tidak terbiasa dengan rasa manis yang berlebihan.

Bahaya Susu Kental Manis bagi Kesehatan Anak

Masalah serupa muncul dengan susu kental manis yang sering disalahartikan sebagai susu yang sehat untuk anak. Kenyataannya, susu kental manis mengandung gula yang jauh lebih tinggi dan seharusnya tidak menjadi bagian dari minuman harian anak.

Sayangnya, produk ini sering kali dikonsumsi secara langsung tanpa mempertimbangkan dampaknya pada kesehatan. Dalam praktik sehari-hari, susu kental manis sering dicampur dengan air atau minuman lain untuk dikonsumsi anak-anak.

Para ahli gizi menyatakan bahwa susu kental manis termasuk dalam kategori makanan yang paling bermasalah karena dapat menyebabkan asupan gula yang berlebihan. Dengan penempatan produk yang tidak tepat di pasar, orang tua sering kesulitan menentukan mana yang baik untuk anak-anak mereka.

Pentingnya Edukasi Gizi untuk Orang Tua dan Masyarakat

Kebingungan masyarakat terkait pilihan makanan dan minuman untuk anak sering kali berasal dari cara produk tersebut dipasarkan. Dalam banyak kasus, produk yang terlihat sehat sebenarnya mengandung campuran bahan tambahan yang bisa membahayakan kesehatan anak.

Beberapa paakar telah melakukan perbandingan antara segelas susu UHT berperisa dengan makanan lain seperti lemper, yang pada dasarnya lebih bergizi dan sederhana. Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak semua yang berlabel “susu” dapat dianggap sehat.

Melalui pendekatan edukasi yang berfokus pada pemahaman gizi, masyarakat dapat dibuat lebih sadar akan risiko yang ditimbulkan dari konsumsi gula tambahan. Edukasi kepada orang tua perlu ditekankan sehingga mereka dapat membuat keputusan yang bijak untuk kesehatan anak-anak mereka.

Perlunya Kebijakan untuk Mengurangi Konsumsi Gula Berlebih

Data menunjukkan bahwa hampir 28,7% masyarakat Indonesia mengonsumsi gula melebihi batas yang dianjurkan. Ini adalah angka yang mengkhawatirkan dan menunjukkan perlunya tindakan lebih lanjut dalam pengendalian konsumsi gula, terutama pada anak-anak.

Yakni, penting untuk membatasi akses terhadap produk-produk yang tinggi kandungan gula, serta meningkatkan kesadaran akan label gizi. Pembetulan dalam pencitraan produk sangat diperlukan agar orang tua bisa berbelanja lebih cermat.

Bagaimanapun, tanggung jawab dalam mencegah konsumsi gula berlebih tidak hanya ada pada konsumen. Kolaborasi antara industri, pembuat kebijakan, dan penyedia program kesehatan harus diadakan agar anak-anak dapat menikmati pola makan yang lebih sehat dan bergizi.

Previous Post

Tegaskan Siswa MBG Tak Dikirim ke Rumah saat Libur Sekolah

Next Post

Gaji Rp25 Juta Tapi Tekor, Pejabat Ungkap Realita Keuangan Kelas Menengah

Rekomendasi

No Content Available

Jaringan Media

  • lensautama.id
  • wartafakta.id
  • kabarsuara.id
  • beritacepat.id
  • posbenua.id
  • metrosuara.id
  • lineberita.id
  • radarharian.id
  • tempoaktual.id
  • fokusnasional.id
  • pantauindonesia.id
  • sekilasnews.id
  • fokustempo.id
  • mediapos.id
  • bangsanews.id
  • terasfakta.id
  • indotempo.id
  • arahberita.id
  • rincilokal.id
  • lacakberita.id
  • cuplikdata.id
  • siarandaerah.id
  • nalarberita.id
  • narasiutama.id
  • pusatkabar.id
  • pantaupublik.id
  • teropongpublik.id
  • portalkabar.id
  • kilaswarta.id
  • cahayaberita.id
  • rekamfakta.id
  • pijarberita.id
  • detilberita.id
  • indokritis.id
  • citraberita.id
  • perskita.id
  • nusainfo.id
  • lintasbangsa.id
  • laporanmetro.id
  • lensapublik.id
  • citraharian.id
  • zonaliputan.id
  • liputanmetro.id
  • indoheadline.id
  • arahkabar.id
  • zonajurnalis.id
  • infobangsa.id
  • logikaberita.id
  • mediasiaran.id
  • rakyatupdate.id
  • infoheadline.id
  • beritakritis.id
  • suarawan.id
  • jurnalita.id
  • layardunia.id
  • fokuspagi.id
  • indonesiacek.id
  • saluranrakyat.id
  • livemetro.id
  • setarainfo.id
  • rakyatinfo.id
  • detaklokal.id
  • harianlokal.id
  • metromerdeka.id
  • opiniglobal.id
  • ulasutama.id
  • potretpublik.id
  • pantaukabar.id
  • infonyata.id
  • kupasin.id
  • lipututama.id
  • riliskini.id
  • layarkabar.id
  • rekamperistiwa.id
  • tapkabar.id
  • pintukabar.id
  • intipfakta.id
  • laporterbaru.id
  • serbuanews.id
  • detakmedia.id
  • realitaterkini.id
  • petaberita.id
  • intikabar.id
  • mediaagenda.id
  • sisiberita.id
  • jakartavnews.com
  • wartafokus.com
  • bicarapublik.com
  • pantaumedia.com
  • rilisutama.com
  • suaraperistiwa.com
  • stasiunfakta.com
  • kabartajam.com
  • wawasanberita.com
  • sinyalberita.com
  • penanasional.com
  • medianalar.com
  • metronarasi.com
  • publikraya.com

Kategori

  • Bisnis
  • Internasional
  • Life
  • Nasional
  • Regional
Indo Fakta

© 2025 IndoFakta - Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang..

Informasi Kami

  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi

Social Media

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Regional
  • Bisnis
  • Life

© 2025 IndoFakta - Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang..

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?