www.indofakta.id – Jakarta, Indonesia – Anggota DPD RI dari Sumatera Barat, Irman Gusman, menekankan perlunya langkah konkret dari pemerintah pusat untuk menetapkan status bencana nasional. Hal ini menyusul bencana banjir bandang dan longsor yang telah menghancurkan banyak wilayah di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, serta melumpuhkan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
Dalam laporan yang diterimanya, Irman menyebutkan bahwa kerusakan yang terjadi jauh melampaui kapasitas pemerintah daerah untuk mengatasi situasi ini tanpa bantuan dari pemerintah pusat. Infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, dan sarana transportasi lainnya hancur, membuat akses menuju dan keluar dari daerah terdampak menjadi sangat sulit.
Irman, yang seharusnya melakukan kunjungan ke Padang, terpaksa batal berangkat akibat kondisi cuaca ekstrem dan kerusakan infrastruktur di wilayah tersebut. Pembatalan ini terjadi beberapa jam sebelum penerbangannya dijadwalkan, menggarisbawahi betapa mendesaknya situasi di lapangan saat ini.
“Situasi di Sumbar betul-betul darurat. Ini bukan lagi bencana biasa. Negara harus hadir secepat dan setegas mungkin,” ungkap Irman dengan tegas. Ia menyoroti betapa terisolasinya daerah terdampak, menyebabkan kebutuhan bantuan menjadi semakin mendesak.
Agenda kemanusiaan yang direncanakan oleh Irman mencakup kunjungan ke beberapa lokasi yang terkena dampak, termasuk Batu Busuk di Kota Padang, untuk memastikan dukungan dan bantuan sampai kepada masyarakat. “Penting bagi kami untuk memastikan penyaluran logistik dan bahwa pemerintah daerah tidak berjuang sendirian,” ujarnya.
Kondisi Terkini dan Dampaknya di Masyarakat
Bencana yang melanda juga berdampak semakin jauh terhadap berbagai kegiatan sosial dan budaya di masyarakat. Salah satu acara penting yang terpaksa ditunda adalah penganugerahan gelar Pahlawan Nasional Rahmah El Yunusiah, yang seharusnya berlangsung di Pondok Pesantren Diniyah Puteri Padangpanjang.
Selain itu, event olahraga seperti Minang Geopark Run 2025 yang dijadwalkan di Bukittinggi juga harus ditunda demi keselamatan peserta. “Ini menunjukkan bahwa situasi bencana telah mencapai tingkat krisis yang mengkhawatirkan,” kata Irman, menyoroti kondisi ribuan warga yang mengungsi dan akses logistik yang terputus.
Tingkat kehancuran yang ada menunjukkan bahwa keberadaan personel dan sumber daya dari pemerintah pusat sangat diperlukan. Irman menyatakan bahwa penanganan bencana tanpa keterlibatan penuh dari pihak berwenang di tingkat pusat dapat berpotensi memperburuk keadaan yang ada.
“Status Bencana Nasional bisa jadi merupakan pintu pembuka untuk memobilisasi seluruh potensi negara, termasuk BNPB, TNI, Polri, dan kementerian terkait,” katanya, menekankan pentingnya koordinasi yang baik dalam penanganan respons terhadap bencana tersebut.
Menurut Irman, masyarakat di Sumbar, Sumut, dan Aceh kini mengalami tekanan psikologis yang sangat berat akibat kehilangan harta benda dan tempat tinggal. “Kita tidak bisa menunggu lebih banyak korban berjatuhan. Setiap detik sangat berarti bagi mereka yang sedang dalam kesulitan ini,” tegasnya.
Upaya Penanganan Bencana dan Bantuan yang Diberikan
Untuk mempercepat bantuan, Irman juga telah mengirim surat permohonan bantuan kemanusiaan kepada Menteri Pertanian. Dalam surat tersebut, ia menjelaskan kebutuhan mendesak akan bahan pokok untuk mendukung masyarakat selama masa tanggap darurat di Sumatera Barat.
Akhirnya, Menteri Pertanian telah mengonfirmasi bahwa akan ada bantuan beras dan minyak goreng yang akan segera disalurkan ke wilayah yang terdampak. Bantuan tersebut termasuk 6.700 ton beras dan 1.300 ton minyak goreng yang ditujukan untuk daerah Sumatera Barat.
Irman menegaskan bahwa segala dukungan dan upaya membantu masyarakat yang terdampak sangat diperlukan saat ini. “Menuju masa rehabilitasi dan rekonstruksi, kita perlu memastikan ketersediaan bahan pangan dan kebutuhan dasar lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, tim yang diturunkan ke daerah terdampak sudah bekerja keras untuk mendistribusikan bantuan di lapangan. Mereka mengupayakan agar semua kebutuhan masyarakat terpenuhi dan mengurangi dampak psikologis serta fisik akibat bencana ini.
Harapannya, dengan adanya tindakan cepat dari pemerintah pusat dan dukungan dari berbagai pihak, masyarakat dapat segera pulih dan melanjutkan kehidupan mereka kembali. Kesatuan dan kerjasama semua elemen negara menjadi kunci dalam mengatasi krisis ini.


