• Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi
Rabu, 3 Juni 2026
Indo Fakta
No Result
View All Result
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Regional
  • Bisnis
  • Life
  • Nasional
  • Internasional
  • Regional
  • Bisnis
  • Life
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Refleksi 27 Tahun Reformasi, Aktivis Soroti Pentingnya Demokrasi Ekonomi

Refleksi 27 Tahun Reformasi, Aktivis Soroti Pentingnya Demokrasi Ekonomi

BacaJuga

Mantan Anggota BPK Siap Dipanggil Kembali oleh KPK

Mantan Anggota BPK Siap Dipanggil Kembali oleh KPK

KPK Harus Mengusut Arie Prabowo Ariotedjo, Ayah Mantan Menpora

KPK Selidiki Aliran Uang Kasus Korupsi Digitalisasi SPBU, Tiga Saksi Diperiksa

www.indofakta.id – Sejumlah tokoh aktivis hadir dalam sebuah acara Sarasehan Aktivis Lintas Generasi yang digelar pada 21 Mei 2025 dengan mengangkat tema penting bernama “Dari Demokrasi Politik Menuju Transformasi Demokrasi Ekonomi”. Dalam forum tersebut, para aktivis lintas generasi menekankan perlunya mendorong reformasi menuju transformasi struktural yang lebih substansial.

Acara ini menjadi sarana berbagi pandangan antara generasi tua dan muda, menggugah pemikiran tentang masa depan demokrasi di Indonesia. Apa saja tantangan yang harus dihadapi dalam mencapai cita-cita demokrasi ekonomi?

Transformasi Struktural untuk Capaian yang Lebih Baik

Akademisi Universitas Komputer Indonesia, Wim Tohari Daniealdi, menegaskan pentingnya agenda reformasi melampaui capaian politik formal guna mencapai transformasi yang lebih substantif. Dalam sarasehan ini, ia mengingatkan bahwa refleksi terhadap sejarah perjalanan reformasi sangat diperlukan agar generasi muda dapat memahami konteks kebangkitan demokrasi saat ini.

Dalam pandangannya, dorongan untuk merubah arah reformasi bukan sekadar ajakan moral, tetapi merupakan tuntutan historis untuk mengarahkan semangat reformasi kepada penegakan demokrasi ekonomi sesuai dengan amanat konstitusi. Usia reformasi yang mencapai 27 tahun menjadi pengingat bahwa sebuah sistem perubahan harus terus dievaluasi agar tidak kehilangan arah dan tujuan.

Perjuangan Menuju Keadilan Ekonomi

Wim melanjutkan, meskipun reformasi telah berhasil menggulingkan rezim otoriter dan membuka ruang bagi demokrasi, cita-cita kerakyatan belum sepenuhnya terwujud. Dalam 27 tahun perjalanan, reformasi 1998 tidak hanya mereformasi fondasi politik, tetapi juga membuka peluang bagi partisipasi publik, desentralisasi, serta kebebasan berekspresi.

Namun, ia mencatat bahwa demokrasi yang ada saat ini cenderung bersifat prosedural dan kurang menghadirkan keadilan ekonomi yang setara. Euforia demokrasi politik seiring waktu malah menjauh dari cita-cita kerakyatan yang diidamkan oleh banyak orang, dan menunjukkan adanya kesenjangan antara reformasi politik dan transformasi sosial-ekonomi.

Wim menekankan pentingnya mengakui fakta bahwa dalam dua dekade terakhir, demokrasi di Indonesia seakan berjalan beriringan dengan neoliberalisme. Kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pasca-reformasi seringkali terpaksa dilakukan akibat tekanan dari lembaga-lembaga internasional, yang memprioritaskan pertumbuhan ekonomis di atas keadilan sosial.

Lebih jauh, ia menarik perhatian dengan data dari World Bank tahun 2023 yang menunjukkan bahwa kekayaan nasional terdistribusi tidak merata. Tercatat, 1 persen penduduk terkaya menguasai hampir 50 persen dari total kekayaan nasional, sedangkan lebih dari 9 juta orang hidup di bawah garis kemiskinan.

Sementara itu, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa sekitar 130 juta orang di Indonesia bekerja di sektor informal dengan pendapatan yang tidak stabil. Kondisi ini menggambarkan betapa liberalisasi ekonomi telah menciptakan ketergantungan, bukan kemandirian bagi masyarakat.

Wim juga menggarisbawahi bahwa sektor-sektor penting seperti pertambangan dan energi kini dikuasai oleh perusahaan asing yang berfokus pada keuntungan semata. Alih-alih menciptakan kemandirian, liberalisasi justru semakin memperkuat ketergantungan Indonesia terhadap kekuatan ekonomi global.

Penting untuk menyadari bahwa saat ini, produk-produk hulu dari Indonesia yang diekspor terus dalam bentuk mentah dan bukan dalam bentuk barang jadi. Sementara industri manufaktur dan teknologi masih lambat berkembang, ketahanan pangan kita juga melemah. Ini terlihat dari lonjakan nilai impor bahan pangan yang mencapai angka yang mengkhawatirkan.

Secara keseluruhan, Sarasehan Aktivis Lintas Generasi ini memberikan gambaran bagaimana perjalanan reformasi telah membawa kita sampai saat ini, serta tantangan-tantangan yang perlu dihadapi dalam menciptakan keadilan ekonomi di tanah air. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat, baik generasi muda maupun tua, menjadi kunci dalam memajukan agenda reformasi ke arah yang lebih baik dan lebih adil.

Dalam konteks ini, penting bagi semua pihak untuk terlibat dalam diskusi-diskusi mendalam dan edukatif, sehingga upaya kita menuju transformasi demokrasi ekonomi bisa tercapai dengan lebih nyata. Momen reflektif semacam ini tidak hanya membantu mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga memberikan pelajaran berharga untuk generasi mendatang.

Previous Post

Desakan CFCM untuk Pengakuan Palestina oleh Pemerintah Prancis dan Uni Eropa

Next Post

Sekolah Rakyat Siap Hadir Gus Ipul Pastikan 65 Lokasi Beroperasi Juli

Rekomendasi

No Content Available

Jaringan Media

  • lensautama.id
  • wartafakta.id
  • kabarsuara.id
  • beritacepat.id
  • posbenua.id
  • metrosuara.id
  • lineberita.id
  • radarharian.id
  • tempoaktual.id
  • fokusnasional.id
  • pantauindonesia.id
  • sekilasnews.id
  • fokustempo.id
  • mediapos.id
  • bangsanews.id
  • terasfakta.id
  • indotempo.id
  • arahberita.id
  • rincilokal.id
  • lacakberita.id
  • cuplikdata.id
  • siarandaerah.id
  • nalarberita.id
  • narasiutama.id
  • pusatkabar.id
  • pantaupublik.id
  • teropongpublik.id
  • portalkabar.id
  • kilaswarta.id
  • cahayaberita.id
  • rekamfakta.id
  • pijarberita.id
  • detilberita.id
  • indokritis.id
  • citraberita.id
  • perskita.id
  • nusainfo.id
  • lintasbangsa.id
  • laporanmetro.id
  • lensapublik.id
  • citraharian.id
  • zonaliputan.id
  • liputanmetro.id
  • indoheadline.id
  • arahkabar.id
  • zonajurnalis.id
  • infobangsa.id
  • logikaberita.id
  • mediasiaran.id
  • rakyatupdate.id
  • infoheadline.id
  • beritakritis.id
  • suarawan.id
  • jurnalita.id
  • layardunia.id
  • fokuspagi.id
  • indonesiacek.id
  • saluranrakyat.id
  • livemetro.id
  • setarainfo.id
  • rakyatinfo.id
  • detaklokal.id
  • harianlokal.id
  • metromerdeka.id
  • opiniglobal.id
  • ulasutama.id
  • potretpublik.id
  • pantaukabar.id
  • infonyata.id
  • kupasin.id
  • lipututama.id
  • riliskini.id
  • layarkabar.id
  • rekamperistiwa.id
  • tapkabar.id
  • pintukabar.id
  • intipfakta.id
  • laporterbaru.id
  • serbuanews.id
  • detakmedia.id
  • realitaterkini.id
  • petaberita.id
  • intikabar.id
  • mediaagenda.id
  • sisiberita.id
  • jakartavnews.com
  • wartafokus.com
  • bicarapublik.com
  • pantaumedia.com
  • rilisutama.com
  • suaraperistiwa.com
  • stasiunfakta.com
  • kabartajam.com
  • wawasanberita.com
  • sinyalberita.com
  • penanasional.com
  • medianalar.com
  • metronarasi.com
  • publikraya.com

Kategori

  • Bisnis
  • Internasional
  • Life
  • Nasional
  • Regional
Indo Fakta

© 2025 IndoFakta - Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang..

Informasi Kami

  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi

Social Media

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Regional
  • Bisnis
  • Life

© 2025 IndoFakta - Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang..

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?