www.indofakta.id – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan telah menetapkan pedoman pembelajaran murid selama bulan Ramadan 2026. Kebijakan ini lahir dari Rapat Tingkat Menteri yang dipimpin oleh Menteri Koordinator PMK, Pratikno, di kantor kementerian tersebut.
Dalam rapat tersebut, Pratikno menekankan pentingnya penguatan nilai keagamaan dan karakter dalam proses pembelajaran selama bulan suci. Ia mengungkapkan bahwa Ramadan seharusnya digunakan sebagai kesempatan untuk mendalami dan memperkuat pendidikan karakter bagi anak-anak di Indonesia.
“Ramadan sebagai waktu yang penuh berkah harus dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai-nilai keagamaan dan sosial,” kata Pratikno. Pembelajaran harus diarahkan tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga pada penguatan iman dan akhlak yang baik.
Pembelajaran dan Spiritualitas Selama Ramadan 2026
Pendidikan selama Ramadan akan mencakup kegiatan yang memperkuat iman dan memahami keagamaan masing-masing murid. Dalam konteks ini, anak-anak diharapkan dapat belajar lebih dalam tentang nilai-nilai ajaran agama mereka.
Bagi peserta didik beragama Islam, berbagai kegiatan seperti tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, dan kajian keislaman akan digalakkan. Semua ini dimaksudkan untuk menambah wawasan serta penguatan karakter positif.
Di sisi lain, bagi peserta didik yang beragama non-Muslim, pemerintah juga menyediakan bimbingan rohani dan aktivitas sesuai dengan keyakinan mereka. Hal ini menunjukkan komitmen untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif bagi semua siswa.
Membangun Karakter melalui Kegiatan Sosial dan Edukasi
Pengaturan pembelajaran selama bulan Ramadan ini tidak hanya fokus pada nilai keagamaan, tetapi juga pada penguatan karakter sosial. Ini mencakup kegiatan yang mendidik dan memperkuat rasa empati serta kepedulian terhadap sesama.
Pratikno menegaskan perlunya anak-anak belajar tentang gotong royong dan perhatian sosial. Bulan Ramadan dimaknai bukan hanya sekadar ibadah, tetapi juga sebagai waktu untuk berkontribusi positif di masyarakat.
Kegiatan seperti gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat dan waktu tanpa gawai diusulkan untuk membangun karakter. Dengan cara ini, anak-anak diharapkan dapat tumbuh menjadi individu yang lebih peka terhadap lingkungan dan sesama.
Jadwal Pembelajaran dan Libur Sekolah Selama Ramadan 2026
Dalam hasil rapat yang ditetapkan, jadwal pembelajaran tatap muka selama bulan Ramadan 2026 direncanakan berlangsung mulai 23 Februari hingga 16 Maret. Kebijakan ini bertujuan untuk menyeimbangkan waktu belajar dan ibadah di bulan suci.
Sementara itu, libur sekolah juga dipersiapkan dengan baik agar tidak mengganggu proses pembelajaran. Keputusan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan siswa selama bulan Ramadan.
Berikut adalah jadwal penting terkait pembelajaran dan libur selama Ramadan 2026:
- Libur awal Ramadan: 18–20 Februari 2026
- Libur pasca Ramadan: 23–27 Maret 2026


